Pawai ogoh-ogoh di Kupang diikuti berbagai keyakinan berbeda

Kupang (ANTARA) – Pawai ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang digelar umat Hindu di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu petang diikuti umat dari berbagai keyakinan di daerah ini.

Pawai ogoh-ogoh yang berlangsung di ibu kota provinsi NTT ini tampak semarak karena diikuti juga oleh kelompok etnis Tionghoa dengan mengelar Barong Sai serta kelompok etnis Jawa Timur dengan menampilkan seni budaya Reog Ponorogo.

Ratusan umat hindu serta warga Kota Kupang dari berbagai etnis dan beragam keyakinan sudah berkumpul di kawasan bundaran Patung Tirosa yang berada sebelah barat jembatan Liliba sejak pukul 14.00 Wita.

Ketua Parisada Hindu Dharma, Kota Kupang, Wayan Wire mengatakan, pawai ogoh-ogoh yang berlangsung di Kota Kupang bergerak dari kawasan bundaran patung Tirosa menyusuri jalan Frans Seda-Patung Kirap dan berakhir di kawasan jembatan Liliba untuk menggelar ritual penyucian (Buana Agung) sebagai simbol membakar berbagai bentuk kehajatan.

Ia mengatakan ada enam ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam pawai menjelang perayaan hari Raya Nyepi di Kota Kupang.

“Kegiatan pawai ogoh-ogoh tahun 2019 untuk pertama kali digelar di lokasi yang memiliki perempatan jalan seperti dalam kepercayaan umat Hindu, sehingga kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan kesempatan bagi umat Hindu untuk menggelar kegiatan ini yang berlangsung di kawasan bundaran Tirosa,” kata Wayan. 

Baca juga: Umat Hindu di Kupang gelar pawai ogoh-ogoh
Baca juga: Satpol PP Mataram siap amankan pawai ogoh-ogoh

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019