“Gentayangan” dapat PEN Translates Award

Jakarta (ANTARA News) – Novel “Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu” karya Intan Paramaditha mendapatkan PEN Translates Award dari English PEN serta PEN/Heim Translation Fund Grant dari PEN America. 

Gramedia dalam keterangan resmi, Senin, mengatakan kedua penghargaan ini bertujuan untuk mendukung proses penerjemahan “Gentayangan” ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Wandering”. 

PEN/ Heim Translation Fund Grant diberikan kepada penerjemah novel tersebut, Stephen J. Epstein, yang juga menerjemahkan kumpulan cerpen Apple and Knife.

“Gentayangan”, novel bertema perjalanan dan ketercerabutan di dunia global memungkinkan pembaca memilih sendiri jalan ceritanya. 

Buku ini diterbitkan pertama kali pada 2017 oleh Gramedia Pustaka Utama dan terpilih sebagai Buku Sastra Prosa Terbaik Majalah Tempo. 

“Gentayangan” akan diterbitkan penerbit Harvill Secker/ Penguin Random House di Inggris tahun depan.

Terjemahan karya Intan Paramaditha yang terbit dalam bahasa Inggris sebelumnya adalah “Apple and Knife”, kumpulan cerpen yang mengolah dongeng dan horor dengan perspektif feminis. 

Diterbitkan pertama kali di Australia oleh Brow Books (2018), buku ini baru terbit di Inggris lewat penerbit Harvill Secker pada bulan Desember lalu. 

“Apple and Knife” mendapat perhatian media internasional, festival sastra seperti Hong Kong International Literary Festival, dan Singapore Writers Festival, dan baru-baru ini masuk ke dalam daftar The White Review Books of the Year 2018 dan 2018 Bram Stoker Awards Preliminary Ballot.

Intan Paramaditha terpilih sebagai salah satu dari 12 penulis yang akan tampil di London Book Fair pada bulan Maret 2019 mendatang. Di London, ia akan tampil di beberapa acara LBF, termasuk English PEN Literary Salon, dan Essex Book Festival.

Baca juga: Intan Paramaditha ajak pembaca “gentayangan”

Baca juga: Tanpa televisi, Maudy Ayunda nikmati masa kecil bersama buku

Baca juga: Armenia gandeng Antara luncurkan buku foto “Armenia: Land of Legend”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019