Mengulang proses lelang, pembangunan MRT tahap II bisa molor

KONTAN.CO.ID –¬†JAKARTA. PT MRT Jakarta kembali melakukan lelang proyek untuk pembangunan Mass Rapid Transit Fase II.¬†

“Kami mengumumkan adanya tender ulang untuk pembangunan CP200 di Monas,” kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah kepada Kontan.co.id, Rabu (24/10).

Sebelumnya ada beberapa perusahaan lokal yang mengikuti tahapan lelang pada bulan Juli 2018. Namun berdasar evaluasi di bulan Oktober, dari beberapa perusahaan hanya satu perusahaan yang lolos dan sisanya tidak memenuhi kriteria.

“Diulang karena si calon peserta tender tidak sesuai dengan passing grade untuk aspek teknis,” ungkapnya.

Pembangunan Receiving Sub Station (RSS) untuk MRT Fase II di Monas dijadwalkan akan dilakukan pada Akhir tahun ini. Namun akibat adanya pengulangan tender, dikhawatirkan pembangunan RSS akan molor.

“Bukan molor bahasanya, tapi reshedule.¬†Bukan berarti kita mengulang tender berarti harus mengorbankan seluruhnya. Peraturan juga harua kita pegang,” ungkap Hikmat.

Hikmat menceritakan bahwa dari beberapa perusahaan yang ikut lelang tender MRT Fase II, hanya I perusahaan yang lolos, yakni PT. Trocon Indah Perkasa namun sayangnya saat mengikuti evaluasi teknis, perusahaan tersebut juga tidak lolos dengan nilai 47,55. Sedangkan amang batas minimal evaluasi teknis sebesar 75 dari 100 poin.

“Jadi tinggal satu yang lolos dan boleh lanjut. Tapi ketika dievaluasi teknis ternyata di bawah pasing grade,” ungkapnya. Lelang ulang proyek CP200 atau Konstruksi Dinding Diagfragma (D-Wall) Untuk Gardu Induk Monas untuk MRT Jakarta Fase II ini dimulai pada 24, 26, 29, 31 Oktober 2018 dan 1 November 2018.

Reporter: Kiki Safitri
Editor: Narita

Reporter: Kiki Safitri
Editor: Narita

PROYEK INFRASTRUKTUR